Thursday, June 21, 2007

Pentingnya Mematikan HP Di Pesawat!!!






Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA-200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07।00 pagi, jurusan Jakarta - Yogyakarta di Bandara Adisucipto। Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan।Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda juga। Di dalam pesawat, duduk di samping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya. Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunakan HP di dalam ruangan mesin turbin. Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat। Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang। Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat।Rakyat kita ini memang High class॥ Handphone-nya mahal, transportasi memakai pesawat। Tapi bodohnya tidak ketulungan. Ada yang tidak tahu kenapa larangan itu dibuat, ada yang tahu tapi tetap tidak peduli. Mengapa orang Indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras, ya?!
Buat yang belum tahu, kenapa tidak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut ini penjelasannya :Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia-Medan। Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diket ahui dengan pasti। Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel / telpon genggam atau apapun istilahnya। Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan। Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.
Contoh kasusnya antara lain:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss। Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung। Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, London। Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (sumber browsing : The Australian, 23 – 9 - 1998)।
Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan। Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain।Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektroniklainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang। Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat।
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, gangguan sistem navigasi,gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indikator bahan bakar, gangguan sistem kemudi otomatis। Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnyaseperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. (Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS)
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel। Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik। Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station)। Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer। Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta.(sumber browsing : Varis / pertamina)
Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika। Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar। Semua orang tahu kita memiliki ponsel।Semua orang tahu kita sedang bergegas। Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang. Kalau kita berpikir 'tidak apa-apa mengaktifkan ponsel kalau sudah mendarat, toh kalau mesin mati juga tidak jatuh’? Tapi sebenarnya itu membahayakan pesawat lain yang mungkin saja kebetulan sedang akan mendarat. Kalau kita semua berpikir begitu, bisa jadi pesawat kita saat sedang mendarat juga bisa jatuh gara-gara orang lain di bawah sana yg mengaktifkan ponsel setelah mendarat!
Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.....


Link :

Friday, May 18, 2007

Hello World!

"In God we trust, by the book we are dreaming..."

Yep, dreams are necessary to life। But sometime we could full fill our dreams by reading a book. So, by this zone I would love all of you friends to shared a book ever you read, or just sharing your experiences of live. Any way, thanks for viewing my blogs and feel free leaving your comments in.
Cheers!

Link :

Wednesday, May 16, 2007

Hi From Our Library


" Everything we work, make it as the interesting place "


The library of SMP - SMA KRISTA MITRA is located in the second floor of study center building between SMA building and SMP building, or we called it as Gedung Pusat Study, where the audio visual room is also located. It is a relatively big library, or about 17 meters x 19 meters to be exact. In order to interest students, our library was designed as comfortable as possible. It has some big windows, which give the students a fresh air and enough light. Beside that, they can also hear the birds singing while studying or reading in the library, or see Ungaran Mountain in far away.

Here are some general information about our library. There are 3 study rooms or to study carol, and each room has 4 desks. There also some other reading desks in a spacious and comfortable reading room. In being the time, teachers may booked the library as moving class to find many things students need as reference. Until now, we have 7169 exemplars book which consist of 3375 tittle books. It is still limited! We have also 7240 exemplars book which consist of 56 tittle books from The Goverment. We called it as “Buku Paket“. The students can borrow Buku Paket for one the school year. In the average, we got 2307 guests per month or 115 guests per day. We also give a bibliography reference for students who is working and research scientific study. We got our book from some sources, sometimes we got them by buying, as a present, or gifts from the students. By this early year, there is internet access in our school which can be accessed wireless around the school. We have few computers also in our library to internet access.

Usually the libraries in Indonesia give impression of tighten and old, with the fierce librarians. Some students think that library is not interesting place, and make them bored. That is what make them choose not to go to the library. They just do not realize that is many benefit they can take from library. According to that case above we have the idea to change images of library, especially the Krista Mitra library. We will make the difference so that the library of Krista Mitra look good in the student's point a view. Good means, an interesting place, fun, comfortable, modern, and many kinds of books. But I realize is not an easy think to do. I just have to understand what the students really want and think for a library!

In being the time, many the Indonesian students have less desire to read books, to be honest so do the students in Krista Mitra. That is way we are challenged to work hard to bring motivations and inovations, so that our students can use library the way it is. In this case we can not work by our self, so we coorperate with teachers, parents, our foundation (YPKKM - Yayasan Pendidikan Kristen Krista Mitra); certain institutions such as book stores (like TB. Gramedia), publishing (like Gramedia, and Yayasan Obor Indonesia), social foundations, and the other school.

In the future, I also have vision that the library of Krista Mitra and another institutions (of course with our sister school also, GVGS - Goulburn Valley Grammar School) can coorperate in exchange information from time to time quickly and easily by internet access. This is including vision that the library to become The Technology Centre of Krista Mitra. It could also become The International Centre of Krista Mitra with large section of resources on GVGS and other international linkages. And who knows - it is could be “University and Careers” with resources from Indonesian and overseas universities.

Finally, we can not wait the students or people come to the library, we have to be proactive at first. Actually its one of our duties as librarian, and for that we are here as a librarian.....

"...Being a librarian is a tough job, but somebody has to do it..."


Link :