Showing posts with label UK corner. Show all posts
Showing posts with label UK corner. Show all posts

Monday, July 13, 2009

Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya

Peribahasa di atas tidak asing lagi di telinga kita sebagai orang Indonesia, yang artinya : "Setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda, atau satu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lain".

Dalam tulisan saya kali ini bisa dikatakan seperti catatan perjalanan saja yang ingin saya bagikan kepada teman-teman di Indonesia. Bukan untuk perbandingan semata, tetapi sekedar ingin berbagi pelajaran positif dan pengalaman hidup di negeri orang, serta sekaligus ingin menjadi seperti peribahasa berikut ini juga : "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Yang artinya : Di manapun kita berada, kita harus menyesuaikan diri dan menghormati adat-istiadat yang berlaku di daerah tersebut".

BIS KOTA :

Shelter Bus Board :
Info kedatangan bus di tiap halte bis, jadi tahu bis mana yang datang dan ke mana jurusannya. Bis datang tiap 6 menit sekali dan ada jadwal komputerisasinya. Dan herannya hampir selalu tepat lho!!!








DOUBLE DECKER = Bis Tingkat ala UK.
Waktu di pintu masuk kita bilang ke sopir ke mana tujuan kita, trus langsung bayar dulu baru karcis keluar. Di UK, kita juga tidak bisa berhenti di sembarang tempat, harus di Halte Bis atau tempat yang ditetapkan.
Saya selalu senang menikmati keramah-tamahan yang terjalin di dalam bis. Setiap masuk dan akan membayar karcis, sopirnya hampir selalu menyapa kita. Kadang ada ada yang berkata, "Hi ye", atau "Hello", atau "Hi Love" kalau sopirnya ramah sekali.
Dalam bis, ada kursi-kursi khusus untuk orang-orang cacat (disabled), dan juga ruang khusus untuk ibu-ibu atau orang yang membawa kereta bayi. Biasanya cuma untuk 2 kereta bayi saja. Saya salut kepada kedisiplinan sopir dan ketaatan penduduk di sini, contohnya : kalau sudah terisi 2 kereta bayi, maka sang sopir tidak akan menaikkan penumpang yang membawa kereta bayi tersebut, dan penumpangnya juga akan mengerti.
Dan setiap penumpang yang akan turun kita harus membunyikan bel yang ada hampir di tiap tiang dalam bis. Kemudian pada saat penumpang turun mereka selalu mengucapkan terima kasih atau salam balik pada sopirnya, yang biasanya saya pun sangat menikmati momen ini. Karena bagi saya budaya ini sangat baik dan komunikatif, sampai-sampai saya hafal kata-kata apa yang sering diucapkan penumpang, "Thank you", atau "Have a nice day", atau "Thank's Love", atau kalau penumpangnya kaum muda mereka cuma bilang, "Cheers!".
Paling tidak, semua kata-kata itu sebagai ungkapan terima kasih mereka pada sang sopir, walau sebenarnya kalau dipikir-pikir setiap penumpang itu toh sudah membayar tiket, dan lagi pekerjaan mengantar penumpang sampai tujuan itukan sudah pekerjaan sopir tersebut ya... Tapi dari situlah, saya belajar pada mereka bagaimana budaya berterima kasih dan menghargai jasa orang lain sesederhana apapun harus tetap kita lakukan di manapun, kapanpun dan pada siapapun.

PENYEBRANG JALAN :

Ketika akan menyeberang jalan kita hendaknya menekan tombol dahulu di tempat penyeberangan jalan (Pedestrian Cross), dan tombol itu akan memberitahu kita kapan kita diperbolehkan menyeberang. Kadang ada jalan-jalan tertentu, biasanya bukan jalan besar atau bukan jalan utama karena yang ada jalur lambatnya; kalau ada tanda di jalan berupa garis hitam putih atau kita bilang zebra cross, di jalan yang ada tanda itu kapanpun kita menginjakkan kaki di tanda zebra cross itu maka mobil yang akan lewat akan berhenti.
Dalam hal ini ada pengalaman yang menggelikan ketika Mark pertama kali di Indonesia, tepatnya waktu kita di Jakarta dan akan menyeberang jalan di tempat penyeberangan jalan atau yang ada garis hitam putihnya, Mark spontan menggandeng tangan saya dan siap akan langsung menyeberang! Spontan saya langsung tegang sambil menyentakkan tangan dan mundur teratur, dan Mark sangat kaget sekali sembari menanyakan kenapa saya takut. Setelah saya menjelaskan segala sesuatunya yang biasa terjadi di Indonesia, spontan Mark tertawa karna dia pikir sebelumnya bahwa kalau ada jalan dengan tanda garis hitam putih itu kapanpun kaki kita sudah menginjakkan tanda itu mobil akan berhenti! Kini setiap kali di Indonesia dan akan menyeberang jalan Mark sangat lihai melambaikan tangannya memberi tanda pada pengendara kendaraan atau mobil agar berjalan pelan-pelan, sambil berkata, "Kyiri, kyiri, kyiri...", hahaha!

TANDA DILARANG PARKIR :

Garis kuning 2 jalur = dilarang berhenti atau parkir di sepanjang jalur itu!Kalau kita melihat di jalan ada tanda garis kuning dua jalur itu berarti kita dilarang berhenti atau parkir di sepanjang tanda itu. Dan herannya masyarakat di sini juga tidak kemudian mencuri-curi untuk berhenti atau parkir di sana, walau tidak ada polisi yang jaga lho!!






SPEED CAMERA (KAMERA BATAS KECEPATAN) :

Speed camera (Kamera Batas Kecepatan) ini adalah alat pendeteksi untuk mendata setiap kendaraan bermotor yang lewat apakah melanggar batas kecepatan yang ditetapkan di jalan tersebut atau tidak. Kebetulan batas kecepatan di jalan-jalan di selurah Great Britain (Inggris Raya) berbeda-beda menurut situasi jalannya, apakah jalan ramai dengan tikungan ataukah tidak. Yang jelas batas kecepatan di jalan TOL-nya (Motorway) adalah 70 mil/jam, dan batas kecepatan di dalam kota sekitar 30 mil/jam (1 mil = 1,6 kilometer). Kalau diketahui sebuah mobil melanggar batas kecepatan, maka hari berikutnya Kepolisian akan mengirimkan surat peringatan berikut bukti photo mobil itu ketika lewat di jalan tersebut! Kalau sudah sampai 3x berturut-turut maka akan segera dikirim surat ke pengadilan. Kalau sampai terjadi, bisa-bisa Kepolisian akan menyita SIM kita! Dan yang jelas lagi kita akan punya kriminal rekor di data pribadi kita!


Selain mendeteksi pengendara yang melanggar batas kecepatan di jalan, Speed Camera ini juga bisa mendeteksi mobil-mobil yang belum membayar pajak, atau tidak memenuhi MOT Test (Test Uji Kelayakan Mobil), atau bahkan mobil-mobil curian! Jangan heran, kalau tahu-tahu ada mobil polisi di belakang kita yang mengejar dan siap menangkap pengemudinya...


SHOULDER ROAD (BAHU JALAN) :

Sebenarnya Shoulder Road (Bahu Jalan) ini juga ada di negara kita ya... bentuknya tetap rata dan warnanya yang putih juga sama. Cuma perbedaan yang saya temukan adalah dari rasa yang ditimbulkannya ketika roda mobil atau kendaraan kita sudah menginjak di garis putih bahu jalan itu. Efek yang ditimbulkan adalah roda mobil kita akan berderit-derit dan menimbulkan goyangan-goyangan kecil seperti kita berjalan di atas jalan berbatu yang tidak rata! Ya, mungkin memang sengaja dibuat sedemikian rupa agar pengendara mobil yang mengantuk bisa langsung sadar dan bangun, mungkin...he he he.


LINE LITTER (PENYAPU JALANAN ala PRESTON) :

Seperti halnya di negeri kita bahwa tiap harinya ada saudara-saudara kita dari Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota yang dengan setia menyapu jalanan dan sudut kota. Di sinipun ada orang-orang yang memunguti sampah atau kotoran yang mungkin tercecer di jalanan, saya bilang memunguti, karna memang tidak seperti menyapu tapi cuma membawa keranjang plastik berikut alat penyepit yang agak panjang seperti gunting itu!
Tapi seminggu sekali akan ada "mobil vacuum cleaner", itu istilah saya saja untuk menyebut mobil dari dinas kebersihan kota yang biasanya "menyapu" sekaligus "menyedot" sampah atau kerikil atau pasir di jalanan, yang dimungkinkan bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan di jalan.


PEJALAN KAKI DAN HEWAN PELIHARAAN MEREKA :

Ya memang tidak heran ya, kalau orang sudah menyanyangi hewan peliharaan itu kadang perlakuan mereka pada hewan-hewan itu bisa seperti perlakuan mereka pada sesama manusia, bahkan seperti memperlakukan anak mereka. Tak beda dengan masyarakat di sini yang memiliki hewan peliharaan juga.
Ada aturan tentang hewan peliharaan di sini yang ada hubungannya dengan kebersihan dan keindahan kota, yang mana menurut saya peraturan ini sangat menggelikan tapi sekaligus menimbulkan respek besar pada pelaku-pelakunya; yakni aturan bahwa setiap pemilik atau orang yang membawa hewan peliharaan harus memungut... (maaf) kotoran hewan peliharaannya, kalau sewaktu-waktu hewan-hewan itu mau buang kotoran di manapun dan kapan pun (ini terutama di tempat-tempat umum). Yeah, sama dengan membuang sampah sembarangan, jika hal ini tidak dilakukan maka pelakunya atau pemiliknya bisa diperkarakan, atau dikenai denda, atau kerja sosial.
Tak heran jika di supermarket-supermarket di bagian hewan peliharaan dijual juga plastik khusus untuk kotoran hewan peliharaan berikut kantong kedap udaranya! Phew... sampai segitunya ya...

Ada pengalaman saya pribadi pada waktu baru pertama kali datang di Preston, kira-kira hari-hari pertama ketika saya sendirian di rumah setelah suami saya berangkat kerja, saya melihat dari balik tirai di kamar tidur kami ada seseorang wanita separuh baya yang berdiri dekat pagar rumah kami dengan gerakan-gerakan yang menurut saya mencurigakan! Terus terang saya sempat bersembunyi sedikit di balik tirai sambil mengintip dan dengan hati berdebar-debar berpikir, "Apakah gerangan yang akan dilakukan wanita itu ya?!". Sambil celingukan kanan kiri dan sekali-kali melihat ke rumah kami sambil ditemani anjingnya, kebetulan memang kompleks rumah kami sangat sepi kalau siang hari, ternyata kemudian dia mengeluarkan kantong plastik gelap dan memungut (maaf) kotoran anjing di depan rumah saya, dan kemudian dengan gerakan yang sigap pula langsung memasukkannya di kantong kertas coklat, memanggil anjingnya dan langsung melenggang!! Oh my God... Waktu itu aku hanya terheran-heran saja, dan langsung menceritakan hal tersebut pada suamiku sore harinya. Dan ya, suami saya langsung menerangkan seperti yang sudah saya jelaskan tersebut di atas...

Link :

Wednesday, July 08, 2009

My First Election Day in Abroad

In front of Indonesian Embassy in London...my second home there!
In front of the Roosevelt Memorial at Grosvenor Square Park in London


Mari kita simak puisi berikut ini, yang dikutip dari Buku “Be the Best of Whatever You Are“ karya Douglas Malloch :
Kalau tak dapat menjadi cemara di puncak bukit,
jadilah perdu di lembah;
Tetapi jadilah perdu kecil yang terbaik di samping bukit.
Jadilah semak kalau jika engkau tak mampu menjadi pohon.

Kalau engkau tak dapat menjadi semak,
jadilah segerombol rumput;
Dan menjadikan jalan raya menjadi lebih meriah.
Kalau tidak mampu menjadi ikan besar jadilah ikan kecil;
Tetapi ikan kecil yang paling bergairah di danau.

Tidak mungkin semua menjadi kapten,
Kita harus mau menjadi awak kapal.
Ada sesuatu bagi kita semua,
Ada pekerjaan besar ada pula yang kecil;
Dan tugas pertama yang harus kita kerjakan adalah yang terdekat.

Kalau tidak mungkin menjadi jalan raya,
Maka jadilah jalan setapak;
Kalau tidak mungkin menjadi matahari jadilah sebuah bintang;
Bukan ukuran yang menentukan anda menang atau kalah.
Tetapi jadilah yang terbaik apa pun peran anda.

Ya, hari ini adalah pemilihan umum calon presiden di Indonesia. Hari di mana Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air berpesta menggunakan hak pilihnya. Tapi di sinipun, tentunya juga Saudara-saudaraku yang hidup di Negeri orang di manapun mereka berada, pasti mereka juga tetap bisa menggunakan Hak Pilihnya; baik lewat memilih langsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat ataupun lewat pos (seperti saya). Puji Tuhan... Hak Pilih kita masih diakui Negara...

Selamat bagi siapapun calon yang akan memenangkan Pemilu kali ini, dan jangan berkecil hati bagi calon-calon yang kalah. Bukankah masih banyak cara untuk membangun dan memajukan bangsa kita. Apapun yang kita kerjakan, kerjakanlah itu dengan sebaik-baiknya dan niscaya Tuhan akan memberkati setiap niat baik kita...

My first election day in abroad, Wednesday, July 8th, 2009
Preston, Lancashire, England



Link :

Wednesday, April 01, 2009

APRIL FOOL'S DAY!!!

Unlike most of the other nonfoolish holidays, the history of April Fool's Day, sometimes called All Fool's Day, is not totally clear. There really wasn't a "first April Fool's Day" that can be pinpointed on the calendar. Some believe it sort of evolved simultaneously in several cultures at the same time, from celebrations involving the first day of spring.

The closest point in time that can be identified as the beginning of this tradition was in 1582, in France. Prior to that year, the new year was celebrated for eight days, beginning on March 25. The celebration culminated on April 1. With the reform of the calendar under Charles IX, the Gregorian Calendar was introduced, and New Year's Day was moved to January 1.

However, communications being what they were in the days when news traveled by foot, many people did not receive the news for several years. Others, the more obstinate crowd, refused to accept the new calendar and continued to celebrate the new year on April 1. These backward folk were labeled as "fools" by the general populace. They were subject to some ridicule, and were often sent on "fools errands" or were made the butt of other practical jokes.

This harassment evolved, over time, into a tradition of prank-playing on the first day of April. The tradition eventually spread to England and Scotland in the eighteenth century. It was later introduced to the American colonies of both the English and French. April Fool's Day thus developed into an international fun fest, so to speak, with different nationalities specializing in their own brand of humor at the expense of their friends and families.

In Scotland, for example, April Fool's Day is actually celebrated for two days. The second day is devoted to pranks involving the posterior region of the body. It is called Taily Day. The origin of the "kick me" sign can be traced to this observance.

Mexico's counterpart of April Fool's Day is actually observed on December 28. Originally, the day was a sad remembrance of the slaughter of the innocent children by King Herod. It eventually evolved into a lighter commemoration involving pranks and trickery.Pranks performed on April Fool's Day range from the simple, (such as saying, "Your shoe's untied!), to the elaborate. Setting a roommate's alarm clock back an hour is a common gag. Whatever the prank, the trickster usually ends it by yelling to his victim, "April Fool!"

Practical jokes are a common practice on April Fool's Day. Sometimes, elaborate practical jokes are played on friends or relatives that last the entire day. The news media even gets involved. For instance, a British short film once shown on April Fool's Day was a fairly detailed documentary about "spaghetti farmers" and how they harvest their crop from the spaghetti trees.

April Fool's Day is a "for-fun-only" observance. Nobody is expected to buy gifts or to take their "significant other" out to eat in a fancy restaurant. Nobody gets off work or school. It's simply a fun little holiday, but a holiday on which one must remain forever vigilant, for he may be the next April Fool!

Link :

Monday, March 23, 2009

Mothering Sunday in UK

Pagi ini seperti biasanya, aku bangun lebih dulu dari Mark, berbenah sebentar dan terus ke dapur mengerjakan hal-hal kecil, juga mempersiapkan sarapan kami. Ketika mencuci gelas-gelas bekas minum hot chocolate semalam, pandangan mataku tertuju pada tanaman cabe rawitku di dekat wastafel cuci. Tanaman cabe rawit dalam pot seharga 5,99 poundsterling itu memang sengaja ku beli dari Barton Grange Shopping Garden, untuk kuletakkan di sana, di dapur basahku, agar setiap pagi saat aku di dapur selalu teringat akan Indonesia, juga akan ibuku.
Ingatan tentang bahwa setiap hari, pagi-pagi sekali, di Indonesia ibuku pun juga bangun lebih dulu, biasanya beliau saat teduh pribadi dengan membaca Alkitabnya dan berdoa, baru kemudian mengerjakan sesuatu di dapur untuk sarapan keluarga. Kadang ingatan akan hal itu membuat hatiku sedikit tentram dan hangat berada di dapur sendirian sambil membayangkan bahwa di luar sana mungkin pada waktu yang sama pun ratusan ibu-ibu juga sedang mengerjakan aktivitas mereka di dapur. Perasaan tentang itu membuat aku merasa tidak sendiri di dapurku yang sunyi pagi itu.
Melihat tanaman cabe rawitku yang mulai berbunga itu, mengingatkan ku juga bahwa hari ini adalah Hari Ibu di Inggris, atau masyarakat di Inggris mengenalnya dengan "Mothering Sunday". Teringat sewaktu masih di Indonesia, di setiap Hari Ibu aku selalu berusaha memberi sesuatu untuk ibuku, entah itu sekedar kartu ucapan yang aku tempel di kulkas, bingkisan kecil, kue, atau pun sekedar uang tanda kasih. Tapi sekarang aku di sini, di UK, jauh dari ibuku...
Hari ini setelah kebaktian gereja, kami berencana langsung ke rumah mertuaku. Karna ibu mertuaku mengundang kami untuk dinner keluarga. Dan sesuai permintaan ibu mertuaku, agar kami tidak perlu membeli bingkisan, buket bunga, atau makanan untuk beliau, jadi kami hanya mempersiapkan kartu ucapan berwarna pink bergambar kucing, binatang peliharaan favorit beliau!
Segera kuselesaikan pekerjaan kecilku di dapur pagi itu sembari bersenandung lirih lagu Di waktuku masih kecil...
Di waktuku masih kecil,
gembira dan senang
Tiada duka kukenang,
tak kunjung mengeluh
Di sore hari yang sepi,
Ibuku bertelut, sujud berdoa,
'kudengar... ada namaku disebut.
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibu kudengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku, kudengar...
Ada namaku disebut.
I am dedicated this day to all mothers in the world.

Friday, January 02, 2009

January 1, 2009 : Thank's God...

"Hihihiks, hihihiks..., hihihiks, hihihiks...", bunyi ponselku - yang ku seting dengan suara anak kecil tertawa - menandakan ada pesan singkat yang masuk, membangunkan aku pagi itu. Geliat badanku spontan membangunkan suamiku yang tidur meringkuk ke arahku di bawah selimut tebal kami. Ku lihat jam di sebelah ranjang kami menunjukkan pukul 9.13 am (waktu United Kingdom!). Wow... pulas sekali kami tidur, pikirku.

Aku mengingat-ingat... yak, ini adalah hari pertama di tahun 2009! Tahun baru, hari baru... Seketika anganku buyar ketika suamiku beranjak mendekat sembari memberikan ponselku. Ku terima dan ku lihat ada pesan singkat dari seorang sahabat di Indonesia, seorang Bapak, yang kami anggap Bapak Rohani kami. Kubaca pesan singkat yang tidak singkat itu, karena terdiri dari 5 teks sekaligus! Nyessss... rasanya di hati setelah membaca pesan itu. Aku merasa diberkati sekali menerimanya. Sambil ku pandang wajah suamiku yang terlelap lagi, aku cuma berbisik lirih, "Thank's God for every thing...".

Karena itu, lewat tulisanku ini aku juga mau membagikannya buat kita semuanya. Semoga bisa memberkati juga.

Memang terkadang kita minta pada Yesus setangkai bunga segar,
tapi IA beri kita kaktus berduri.
Kita minta pada Yesus seekor binatang mungil nan cantik,
tapi IA beri kita ulat berbulu.
Aku sedih, protes dan kecewa...
Betapa tidak adilnya ini...

Namun kemudian,
Kaktus itu berbunga... indah... bahkan sangat indah.
Ulat itupun tumbuh,
dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik.
Itulah jalan Tuhan, indah pada waktunya...!

Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan,
tapi IA memberi apa yang kita perlukan.
Kadang kita sedih, kecewa dan terluka.
Tapi jauh di atas segalanya,
IA sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.

Yesus Maha Segalanya...
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang pandai bersyukur,
atas karunia dan nikmat yang diberikan Tuhan.

Selamat Tahun Baru 2009.
JBU

Link :

Saturday, November 01, 2008

My First Halloween in UK

Tanggal 31 Oktober yang baru lalu merupakan perayaan Halloween pertamaku di Inggris. Walaupun sebelumnya aku sudah sering mendengarnya di Indonesia, tapi terheran-heran juga merasakan sendiri perayaan tersebut di sini. Bagaimana masyarakat di sini benar-benar menikmati sekali perayaan ini. Banyak yang sebelum harinya sudah memborong pernak-pernik Halloween, atau sekedar beli permen, atau coklat kecil-kecil, atau bahkan ada yang rela sampai tukar uang koin segala. Beberapa ada yang beli kostum-kostum seram, dan juga simbol-simbol Halloween (seperti pengalaman penulis nih, hehe). Tidak hanya rumah-rumah, tapi sekolah, toko-toko, supermarket dan kantor-kantor pun tak ketinggalan ikut menghias ruang-ruang mereka dengan suasana Halloween.

Yang ku tahu sih, HALLOWEEN adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober. Biasanya dirayakan di negara-negara yang berpenutur Bahasa Inggris (kalau ini yang pernah ku baca dari Internet sih). Malam Halloween itu, biasanya anak-anak berpakaian aneh atau seram berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga, meminta permen atau coklat dengan meneriakkan kata "Trick or Treat!". Teriakan itu semacam ancaman yang berarti "Beri kami (permen atau coklat) atau kami jahili!".

Konon katanya, dulu kalau kita jawab "Trick" atau tidak mau memberi mereka permen atau coklat, mereka akan menjahili rumah orang yang dianggap pelit itu dengan cara menghiasi pohon atau pagar depan rumah mereka dengan kertas toilet, atau menulisi jendela mereka dengan sabun.
Tapi sekarang sudah tidak seseram dulu lagi. Sepertinya mereka cuma ingin having fun saja deh dengan perayaan Halloween itu, lumayanlah ada variasinya ditengah-tengah kesibukan mereka masing-masing. Bahkan sekarang kadang orang tidak hanya memberi permen atau coklat saja, tapi juga uang receh atau uang koin. Jadi teringat nih tradisi Lebaran di Indonesia... hampir sama juga, cuma bedanya anak-anak di Indonesia pas Lebaran hanya mau di kasih uang kertas aja kali ya. Tidak mau yang receh-recehan, makanya setelah gede pada mata duitan kan, hehehe (just kidding...).

"Mengapa Halloween identik sama yang seram-seram?"
Sempat terlintas juga sih pertanyaan itu di benakku. Tapi tidak lama, akhirnya terjawab juga pertanyaan itu setelah menyempatkan diri browsing sejenak di kamus elektronik andalanku (apalagi kalau bukan nge-Google, hehe).

Ya... HALLOWEEN merupakan kependekan kata dari All Hallow's Eve (atau Malam sebelum Hari Raya All Hallow). Hari Raya agama Katholik yang bernama 'Hari Raya Semua Orang Kudus' (All Saints Holy Day) yang dirayakan tiap tanggal 1 Nopember pernah dikenal sebagai All Hallow's Day. Dalam Bahasa Inggris, kata Hallowed (atau holy) artinya Orang Kudus. Dan kebetulan hari raya itu (All Hallow's Day) bertepatan dengan Hari Raya Para Arwah (Day of The Dead), yang merayakan kedatangan arwah para sanak keluarga dan kerabat yang kembali ke bumi. Makanya kemudian Halloween (diplesetin) identik sama yang seram-seram kali ya!

"Simbol Halloween"
Yep! Simbol Halloween adalah buah labu yang dilubangi, menyerupai wajah yang menyeramkan. Mengapa juga sih harus buah labu, kok tidak buah durian atau buah kelapa gitu?! Hahaha... Lha iya, karena dirayakannya di tanggal 31 Oktober malam, di mana hari-hari itu adalah masa-masa musim gugur, dan buah labu merupakan salah satu hasil panen di musim gugur. Kalau buah durian sih tidak tumbuh di sana, kalau pun ada, juga susah di lubangi untuk dibikin wajah menyeramkan kan?!.
Nama simbol itu adalah "Jack-o-lantern" (atau Lenteranya si Jack). Ya...Jack adalah nama boneka ladang pengusir burung. Kalau di Indonesia sih kayak "memedi" sawah kali ya...

Any way, aku menikmati sekali perayaan Halloween pertamaku di sini. Juga menikmati sekali ketika kami mendengar teriakan tamu-tamu kami (sambil terdengar cekikikan mereka juga) "Trick or Treat" dari luar pintu rumah kami. Dan pastinya menikmati juga ketika aku dan suamiku harus menjawabnya (dengan sedikit berteriak dan cekikikan juga sih) "Treat!!". Kemungkin rombongan-rombongan yang datang ke rumah kami sangat surprise, karena tidak hanya mendapat permen-permen yang boleh mereka pilih sendiri berapa pun jumlahnya, tapi juga kami ajak mereka berphoto...sebagai kenang-kenangan "My first Halloween in UK......."




Link :