Monday, December 08, 2008

Aku Dulu Adalah Sampah!

S A M P A H...atau "uwuh" dalam Bahasa Jawa, atau "garbage" dalam Bahasa Inggris, yang berarti benda atau sesuatu yang sudah tidak dibutuhkan lagi dan dibuang.

Sekilas teringat dulu waktu aku masih kecil, orang tua memberitahu kami agar selalu membuang sampah pada tempatnya. Waktu di Taman Kanak-Kanak dan berlanjut di Sekolah Dasar pun, kami diajari untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, dan diterangkan juga apa akibat-akibatnya jika kita tidak membuang sampah pada tempatnya. Bahkan sampai sekarang pun, sepertinya kami masih selalu (harus) diingatkan tentang membuang sampah pada tempatnya, atau harus ditunjukkan dimana tempat untuk membuang sampah. Terbukti di Indonesia, dimana pun tempatnya, aku masih sering membaca tulisan "Buanglah sampah pada tempatnya", atau "Dilarang membuang sampah di sini". Ironis sekali bukan?! Dengan kata lain, sepertinya kita senang selalu diperlakukan sebagai anak kecil saja, yang selalu harus diingatkan, yang selalu harus ditunjukkan... Padahal kadang kita marah atau tersinggung jika ada orang lain yang memperlakukan kita layaknya anak kecil saja. Tapi seperti Hukum Sebab Akibat, pasti ada sebabnya bukan, mengapa orang masih selalu menulis kalimat "Buanglah sampah pada tempatnya", atau "Dilarang membuang sampah di sini"...

Bicara mengenai SAMPAH, di Inggris, khususnya yang ku tahu di Preston kota tempat kami tinggal, pemerintah setempat atau The City Council memiliki cara tersendiri dalam pengelolan sampahnya. Mereka mengajak masyarakat agar bekerja sama dalam menanggulangi masalah persampahan dengan cara mereka menyediakan 4 boks tempat sampah bagi tiap rumah, buku panduan dan jadwal pengambilan. Tiap boks berbeda warna dan isinya. Bahkan kalau dirasa masih kurang, mereka boleh telepon minta tambah boks lagi.
  • Boks-boks itu ada yang warna abu-abu (Grey Bin), isinya : untuk sampah umumnya (General refuse) dan sampah makanan (Food waste).
  • Yang warna coklat (Brown Bin), isinya : untuk sampah kebun (Garden waste); termasuk sampah daun, tanaman mati, sisa potong rumput, bunga-bunga layu, patahan dahan pohon dan ranting.
  • Sedang yang warna merah (Red Box), isinya : untuk sampah plastik atau Plastic bottles (termasuk botol bekas minuman, shampoo, susu, dll) dan kertas tebal atau Cardboard (termasuk kartu-kartu ucapan, karton bungkus makanan, kardus, dll).
  • Yang terakhir yang warna kuning (Yellow Box), isinya : untuk sampah kertas (termasuk koran, majalah, katalog, selebaran, dll), sampah "beling" (termasuk botol beling, toples, piring gelas beling, dll), sampah kaleng (termasuk kaleng minuman makanan, botol aerosol, dll) dan sampah tekstil (termasuk pakaian, dll).

Pengambilannya tiap minggu sekali sesuai jadwalnya. Kebetulan di area kami pengambilannya tiap Hari Selasa siang. Makanya tiap Hari Selasa kadang sebelum suamiku berangkat ke kantor, dia sering mengingatkan aku dengan menyebut "Bin Day". Jadi pagi-pagi kami sudah menyiapkan boks-nya di depan pintu gerbang rumah. Dan siangnya ada truk sampah yang mengambil, mengosongkan sampahnya dan mengembalikannya lagi. Jika Selasa minggu ini jadwal untuk "Grey Bin", maka Selasa minggu depan giliran untuk 3 boks sekaligus "Brown Bin", "Red Box" dan "Yellow Box".

Nantinya sampah-sampah itu akan dikumpulkan sesuai jenisnya dan di daur ulang. Hasil daur ulang sampah itu akan diproses lagi untuk menjadi bahan dasar bagi pembuatan barang-barang lain lagi. Dengar-dengar, hasil daur ulang besi dari daur ulang sampah (Recyclable things) bahkan diekspor ke beberapa negara di Asia, untuk dipakai sebagai bahan dasar produksi, agar menekan biaya pembuatan.
Dengan kata lain, tidak akan ada yang terbuang percuma dari sampah-sampah itu, walaupun sebelumnya sepertinya tidak berguna lagi, tapi setelah didaur ulang bisa menjadi sesuatu yang baru dan berguna.

Sering pada saat aku harus membuang sampah-sampah kami dan memasukkannya sesuai isi boks-boks itu, aku seperti diingatkan kembali akan Kasih Tuhan dalam hidupku. Ya...ibaratnya sampah, aku dulu adalah sampah...tidak berguna lagi bagi orang, kotor mungkin...tapi kemudian diangkat Tuhan...dan di daur ulang menjadi sesuatu yang baru...yang berguna bagi orang lain. Mungkin jika ada seseorang yang masih mengira dirinya adalah "sampah"...dibuang dan tak dianggap orang..., janganlah sedih dan jangan putus asa! Ada "Tangan Yang Agung" yang akan siap mengangkat kita dan mendaur ulang hidup kita menjadi baru... Siap didaur ulang?!...





















Link :


Friday, December 05, 2008

Ternyata Aku Harus Mengahafalnya Lagi...

Gereja Anglikan


Pemandangan dalam gereja. Ada Orgel besarnya seperti di GPIB Semarang.


Pekuburan tua di belakang gereja. Aku di dekat nisan yang ada sejak tahun 1813!


Teringat dulu waktu aku akan menerima tanda Sidhi (sebagai simbol Kristen dewasa) di gereja kami, GKJ (Gereja Kristen Jawa) Banyumanik, aku dan teman-temanku sekelompok grup katekisasi (termasuk temanku Anggaripeni Mustikasiwi dan Endah Kristiani) harus menghafal Doa Bapa Kami dan Pengakuan Iman Rasuli.

DOA BAPA KAMI
Bapa kami Yang Ada di Surga,
dikuduskanlah NamaMU.
Datanglah KerajaanMU,
jadilah kehendakMU di
bumi seperti di Surga.
Berilah pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni
orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam
pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat,
Karena ENGKAUlah
yang empunya Kerajaan,
dan Kuasa, dan Kemuliaan sampai selama-lamanya,
AMIN.

PENGAKUAN IMAN RASULI
1. Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.
2. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita.
3. Yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam neraka / kerajaan maut.
5. Pada hari yang ke tiga, bangkit pula dari antara orang mati.
6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa.
7. Dan dari sana Ia akan datang, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
8. Aku percaya kepada Roh Kudus.
9. Gereja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus.
10. Pengampunan dosa.
11. Kebangkitan daging / orang mati .
12. Dan hidup yang kekal.
AMIN.

Setelah tinggal di Preston, kami berjemaat di Crown Lane Free Methodist Church. Dan kadang-kadang Pendeta mengajak kami untuk mengucapkan Doa Bapa Kami bersama-sama juga, seperti yang kami lakukan di GKJ Banyumanik dulu. Tentu saja dengan bahasa "planet" istilah Okta (adikku), atau in English. Di lain kesempatan khusus, kadang kami juga pergi ke gereja Anglikan bersama dengan mertua, tepatnya di Parish Anglican Chucrh (atau kami menyebutnya Woodplumton Church, karena letaknya di daerah Woodplumton) di mana mertua berjemaat di sana.
Di sana, di Woodplumton Church, kami bahkan harus mengucapkan Doa Bapa Kami dan juga Pengakuan Iman Rasuli, seperti yang biasa kami lakukan di GKJ Banyumanik. Jadi ya...ternyata aku harus menghafalnya lagi...and even in English!

Our Father, who art in Heaven,
Hallowed be Thy name,
Thy kingdom come,
Thy will be done,
on earth as it is in heaven.
Give us this day our daily bread.
And Forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us.
And lead us not into temptation,
but deliver us from evil.
For Thine is the kingdom, the power and the glory,
forever and ever.
AMEN.

THE APOSTLES CREED
I believe in God, the Father almighty,
creator of heaven and earth.
I believe in Jesus Christ, God's only Son, our Lord,
who was conceived by the Holy Spirit,
born of the Virgin Mary,
suffered under Pontius Pilate,
was crucified, died, and was buried;
he descended to the dead.
On the third day he rose again;
he ascended into heaven,
he is seated at the right hand of the Father,
and he will come again to judge the living and the dead.
I believe in the Holy Spirit,
the holy catholic church,
the communion of saints,
the forgiveness of sins,
the resurrection of the body,
and the life everlasting.
AMEN.

Link :

Saturday, November 01, 2008

My First Halloween in UK

Tanggal 31 Oktober yang baru lalu merupakan perayaan Halloween pertamaku di Inggris. Walaupun sebelumnya aku sudah sering mendengarnya di Indonesia, tapi terheran-heran juga merasakan sendiri perayaan tersebut di sini. Bagaimana masyarakat di sini benar-benar menikmati sekali perayaan ini. Banyak yang sebelum harinya sudah memborong pernak-pernik Halloween, atau sekedar beli permen, atau coklat kecil-kecil, atau bahkan ada yang rela sampai tukar uang koin segala. Beberapa ada yang beli kostum-kostum seram, dan juga simbol-simbol Halloween (seperti pengalaman penulis nih, hehe). Tidak hanya rumah-rumah, tapi sekolah, toko-toko, supermarket dan kantor-kantor pun tak ketinggalan ikut menghias ruang-ruang mereka dengan suasana Halloween.

Yang ku tahu sih, HALLOWEEN adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober. Biasanya dirayakan di negara-negara yang berpenutur Bahasa Inggris (kalau ini yang pernah ku baca dari Internet sih). Malam Halloween itu, biasanya anak-anak berpakaian aneh atau seram berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga, meminta permen atau coklat dengan meneriakkan kata "Trick or Treat!". Teriakan itu semacam ancaman yang berarti "Beri kami (permen atau coklat) atau kami jahili!".

Konon katanya, dulu kalau kita jawab "Trick" atau tidak mau memberi mereka permen atau coklat, mereka akan menjahili rumah orang yang dianggap pelit itu dengan cara menghiasi pohon atau pagar depan rumah mereka dengan kertas toilet, atau menulisi jendela mereka dengan sabun.
Tapi sekarang sudah tidak seseram dulu lagi. Sepertinya mereka cuma ingin having fun saja deh dengan perayaan Halloween itu, lumayanlah ada variasinya ditengah-tengah kesibukan mereka masing-masing. Bahkan sekarang kadang orang tidak hanya memberi permen atau coklat saja, tapi juga uang receh atau uang koin. Jadi teringat nih tradisi Lebaran di Indonesia... hampir sama juga, cuma bedanya anak-anak di Indonesia pas Lebaran hanya mau di kasih uang kertas aja kali ya. Tidak mau yang receh-recehan, makanya setelah gede pada mata duitan kan, hehehe (just kidding...).

"Mengapa Halloween identik sama yang seram-seram?"
Sempat terlintas juga sih pertanyaan itu di benakku. Tapi tidak lama, akhirnya terjawab juga pertanyaan itu setelah menyempatkan diri browsing sejenak di kamus elektronik andalanku (apalagi kalau bukan nge-Google, hehe).

Ya... HALLOWEEN merupakan kependekan kata dari All Hallow's Eve (atau Malam sebelum Hari Raya All Hallow). Hari Raya agama Katholik yang bernama 'Hari Raya Semua Orang Kudus' (All Saints Holy Day) yang dirayakan tiap tanggal 1 Nopember pernah dikenal sebagai All Hallow's Day. Dalam Bahasa Inggris, kata Hallowed (atau holy) artinya Orang Kudus. Dan kebetulan hari raya itu (All Hallow's Day) bertepatan dengan Hari Raya Para Arwah (Day of The Dead), yang merayakan kedatangan arwah para sanak keluarga dan kerabat yang kembali ke bumi. Makanya kemudian Halloween (diplesetin) identik sama yang seram-seram kali ya!

"Simbol Halloween"
Yep! Simbol Halloween adalah buah labu yang dilubangi, menyerupai wajah yang menyeramkan. Mengapa juga sih harus buah labu, kok tidak buah durian atau buah kelapa gitu?! Hahaha... Lha iya, karena dirayakannya di tanggal 31 Oktober malam, di mana hari-hari itu adalah masa-masa musim gugur, dan buah labu merupakan salah satu hasil panen di musim gugur. Kalau buah durian sih tidak tumbuh di sana, kalau pun ada, juga susah di lubangi untuk dibikin wajah menyeramkan kan?!.
Nama simbol itu adalah "Jack-o-lantern" (atau Lenteranya si Jack). Ya...Jack adalah nama boneka ladang pengusir burung. Kalau di Indonesia sih kayak "memedi" sawah kali ya...

Any way, aku menikmati sekali perayaan Halloween pertamaku di sini. Juga menikmati sekali ketika kami mendengar teriakan tamu-tamu kami (sambil terdengar cekikikan mereka juga) "Trick or Treat" dari luar pintu rumah kami. Dan pastinya menikmati juga ketika aku dan suamiku harus menjawabnya (dengan sedikit berteriak dan cekikikan juga sih) "Treat!!". Kemungkin rombongan-rombongan yang datang ke rumah kami sangat surprise, karena tidak hanya mendapat permen-permen yang boleh mereka pilih sendiri berapa pun jumlahnya, tapi juga kami ajak mereka berphoto...sebagai kenang-kenangan "My first Halloween in UK......."




Link :